SEJARAH DESA
Sejarah Desa Klenang Lor
Pada zaman dahulu, dimana nenel moyang kita belum banyak mengenyam pendidikan dan masih sangat lekat dengan adat dan kepercayaan, disitulah timbul beberapa persepsi dan cerita yang sumbernya juga dari nenek moyang (Desa Klenang Lor)
Desa ini sangat makmurdan sangat banyak sekali lahan pertaniannya, sehingga rakyatnya sejahtera. Tidak ada perselisihan atau pertengkaran yang memperebutkan tanah, rumah pendudukpun tidak begitu padat dan didepan rumah biasanya terdapat lumbung padi sebagai tempat penyimpanan hasil pertanian dalam waktu jangka panjang. Penduduk mempergunakan hasil tani untuk dimakan setiap hari besrta keluarganya, sehingga bisa menyambung hidup.
Menurut nenek moyang kita, Desa ini juga sering dilewati oleh putri-putri kerajaan yang hendak pergi ke pesanggrahan untuk mandi di pemandian air panas yang letaknya diatas gunung dengan menggunakan kereta kencana yang didampingi oleh pengawal-pengawalnya. Putri-putri raja tersebut sangat sennag melewati Desa ini, sambil bersenda gurau di dalam kereta yang jalannya sangat pelan sehingga terdengar secara serentak bunyi-bunyi telapak kaki kudanya.
Pada suatu malam tepatnya malam jum’at legi, biasanya warga mengadakan selamatan atau sesajen. Selamatan tersebut mempunyai makna bahwa mereka sangat bersyukur, semua keluarganya yang masih hidup bisa selamat dan yang sudah meninggal arwahnya didoakan agar diterima oleh Yang Maha Kuasa. Tetapi tidak disengaja pada malam tersebut, masyarakat mendengar bunyi-bunyian yang sangat lembut tetapi kedengarannya sangat nyaring dan keras.
Bukan hanya satu orang saja yang mendengar, tetapi setiap telinga pasti akan mendengar dan merasakan bahwasanya bunyi tersebut terasa ada didekatnya. Lama kelamaan warga sengaja tidak tidur dan ingin mendengarkan bunyi-bunyian, anehnya bunyi tersebut seperti bunyi gamelan yang sedang dimainkan orang. Bunyinya sangat teratur dan sangat merdu di dengar, sehingga beberapa warga menuju tempat asal bunyi tersebut, setelah didatangi ternyata tidak ada seorangpun dan tidak ada alat-alat gamelan dan bahkan suara/bunyi tersebut pindah ke selatan. Setelah ke arah selatan, bunyitersebut berpindah lagi ke utara, begitu seterusnya. Namun suara tersebut sangat jelas didengar dan berbunyi “Ning....Klenang....Klenong....Klenang....Klenong”.
Berawal dari istilah, akhirnya desa tersebut dinamakan Desa Klenang. Karena tempatnya ada disebelah utara maka menurut orang jawa adalah “Lor”, dengan demikian maka diberi nama Desa Klenag Lor. Sampai saat inipun tidak jelas suara apakah itu, karena tak satu orangpun yang bisa membktikan.
Karena luasnya maka desa tersebut dibagi menjadi dua desa, yaitu : Klenang Lor dan Klenang Kidul. Setelah lama-kelamaan Desa Klenang Lor semakin banyak penduduknya sehingga Desa Klenang Lor di bagi menjadi 4 (empat) Dusun yaitu :
- Dusun Klenang Tengah (Dusun Pring)
Dinamakan Dusun Klenang Tengah karena Dusun tersebut berada di tengah-tengah Desa Klenang Lor dan Desa Klenang Kidul, dan dinamakan Dusun Pring karena dulu di Dusun tersebut banyak tumbuhan bambu/pring.
- Dusun Alastiang
Dinamakan Dusun Alastiang karena di daerah tersebut terdapat banyak pepohonan yang lurus menjulang tinggi, dan pohon-pohon tersebut digunakan sebagai tiang perahu, dari hal tersebut maka dinamakan Dusun Alastiang.
- Dusun Pasar
Dinamakan Dusun Pasar karena ada bekas pasar yang dulunya didatangi oleh masyarakat untuk berbelanja meski kenyataannya pasar tersebut sangat kecil.
- Dusun Sekolahan
Dinamakan Dusun Sekolahan karena di Dusun tersebut ada sekolah yang sangat besar sekali dan banyak muridnya. Muridnya datang dari desa-desa lain, mereka yang sekolah datang dengan berjalan kaki meskipun jauh. Karena memang sekolah tersebut merupakan sekolah yang pertama ada di daerah tersebut ahkan pertama juga di wilayah Kecamatan Banyuanyar. Sangat wajar bila daerah ini dinamakan Dusun sekolahan.
Adapun pemimpin seterusnya yang menjabat di Desa Mantren adalah:
- Kades ........... 1800 s/d 1800
- Kades .......... 1800 s/d 1800
- Kades .......... 1900 s/d 1900 (Meninggal)
- Pj. Kades ..... 1873 s/d 1898
- Kades WIRO GATI 1989 s/d 1989
- Pj. Kades MISNAWI 1989 s/d 1990
- Kades BAMBANG SANTOSO 1990 s/d 1998
- Pj. Kades MAKSUNDARI 1998 s/d 1999
- Kades BUDIARTO 1998 s/d 2006
- PJ. Kades SUGIONO 2006 s/d 2008
- Kades SLAMET BASUKI 2008 s/d 2014
- Pj. Kades SAFI’I 2014 s/d 2015
- Kades BAMBANG SANTOSO 2015 s/d 2021
- Pj. Kades SAFI.I 2019 s/d 2021
- Kades MOH. SHODIQ 2021 s/d 2029 (sekarang)
Demikian asal usul Pemerintahan Desa Klenang Lor.
PERANGKAT DESA
___________
___________
___________
___________
___________
___________
___________
___________
___________
___________
___________
___________
___________